Berita Feature
Menengok Taman Kelono Sewandono, Surga yang terlahir kembali.
Neila, tampak duduk di Taman Kelono SewandonoPonorogo, sambil menikmati alunan musik yang dimainkan beberapa musisi jalanan di sana. Tak lama kemudian, dia beranjak ke tempat duduk yang terbuat dari tong bekas dan barang-barang bekas lainnya, yang dihias sedemikian rupa, menambah keindahan yang ada di dalam taman tersebut, lalu ia foto dengan teman dankeluarganya.Menggunakan kamera ponsel yang dibawanya, Neilasenang berswafoto dengan teman-temannya. Cat warna-warni yang ada pada tempat duduk tersebut, ditambah hiasan lampu lampu kecil yang bergelantungan di atasnya jadi background fotonya. Ia menyukainya.
“Bagus tempatnya, saya juga baru pertama kali ke sini. Mau datang lagi,” kata perempuan asli dari Palembang, Sumatra Selatan tersebut, Sabtu22 Desember 2018.
Neila suka menikmati taman yang berdampingan dengan Gedung Olahraga dan juga Gedung Kesenian yang ada di depannya. Karena keberadaan ruang terbuka yang ramah dengan anak dan banyak pepohonan yang rindang. Berbeda dengan di Jakarta makin sedikit dan terancam dengan pembangunan gedung-gedung beton.Terlihat dari raut wajah yang ditampakkan oleh Mahasiswa asal Jakarta dari Universitas Indonesia tersebut. Di sana, ia menikmati pepohonan yang tumbuh dan hamparan rumput, di samping beberapa taman bermain.
“Cuma saya sedikit terganggu dengan sampah plastik yang ditinggal disembarang tempat” ujar Neila, mengeluh kondisi tempat duduk yang masih ada bekas botol air minum berserakani didalam taman tersebut..
Taman Klono Sewandono atau biasa disebut sebagai taman GOR oleh masyarakat sekitar, karena berdampingan dengan Gedung Olahraga terletak di pusat Kota Ponorogo sebelah timur, merupakan kawasan yang dulunya menyeramkan pada malam hari yang kini jadi objek wisata yang lebih ramah bagi warga Ponorogo dan sekitarnya.
Setiap hari,taman tersebut tak pernah sepi dari warga, baik untuk berolahraga, menikmati pemandangan, bermain atau bahkan sekadar melepas suntuk. Tapi, paling ramai biasanya hari libur atau hari minggu, karena diluar kawasan tersebut setiap minggu pagi ramai diisi oleh oleh pedagang kaki lima (PKL) dan berubah menjadi pasar pagi.
“Tanggal merah, hari libur, Minggu biasanya ramai, dan yang paling ramai waktu minggu pagi, karena jalan baru tersebut dibuat kegiatan Car Free Day (CFD), dan pedagangnya membludak sampai depan sini” kata Rahmat, seorang petugas parkir, sambil menunjuk jalan yang dibuat untuk berdagang..
Banyak fasilitas yang bisa ditemui oleh pengunjung di taman tersebut.DiTaman Klono Sewandono yang terletak di Jl Pramuka, Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo itu disediakan arena bermain yang diperuntukkan anak-anak, seperti perosotan, jungkat-jungkit, serta tempat untuk skeyboard kecil yang biasa digunakan anak-anak bermain. Para orangtua bisa memberikan hiburan secara cuma-cuma terhadap anak-anaknya dengan mengajak ke sana. Dan orang tua pun bisa menggunakan jaringan wifi gratis yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Ponorogo. Banyak juga para mahasiswa dan juga pelajar yang menggunakan fasilitas tersebut untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Karena tempat yang nyaman dan sejuk membuat mereka betah, sambil membawa jajanan yang dibawanya.
Tak hanya arena bermain dan juga fasilitas wifi yang ada,Taman Klono Sewandono tersebut, juga sering kali didatangi oleh para pegiat literasi di kawasan Ponorogo, sebagai sarana edukasi untuk masyarakat, terutama untuk anak-anak hingga mahasiswa-mahasiswi ponorogo yang mendatanginya, dalam bentuk perpustakaan jalanan. Perpustakaan tersebut dari komunitas-komunitas mahasiswa yang mempunyai banyak koleksi buku-buku yang menarik. Para orang tua bisa mengajak buah hatinya untuk membaca koleksi buku-buku dari perpustakaan jalanan tersebut.
“Sering tempat ini didatangi para mahasiswa dari berbagai komunitas perpustakaan yang membawa banyak buku, dan banyak peminatnya” tegas Rahmat.
Sementara di kawasan yang sebelah timur,pengunjung bisa berolahraga maupun menikmati pemandangan dengan memanfaatkan fasilitas panjat tebing yang langsung dipandu oleh ahlinya,sambil melihatanak-anak kecil yang berlarian bersama teman-temannya, hingga ada yang membawa sepedanya masuk untuk sekedar foto-foto dan berolahraga bersama buah hatinya. Karena itu, pengunjung yang berolahraga di taman tersebut menjadi pemandangan yang menyenangkan..
Sebelum menjadi ruang publik yang ramah seperti sekarang, Taman Klono Sewandono memiliki masa lalu yang kurang bagus. Sejak dibangun pada masa Bupati Singodimedjo, yang bergandengan dengan Gedung Olahraga yang dinamakan dengan GOR Singodimedjo dan juga diapit oleh gedung pertanahan tersebut dulunya kurang terawat. Karena fasilitas yang sudah banyak dirusak oleh pengunjung, mulai dari lampu-lampu taman yang di lempari batu sampai pecah, hingga tembok-tembok yang dicoret-coret. Dan parahnya, pada malam hari sering dijadikan buat tempat pacaran anak-anak muda yang berkunjung diatas jam 18.00 WIB.
“Dulu sering dibuat pacaran anak muda sini mas,karena tempatnya gelap dan kurang terawat” tambah Rahmat.
Maraknya orang yang berbuat asusila dikawasan tersebut, membuat pemerintah Ponorogo melakukan renovasi pada taman tersebut, dari pembenahan lampu-lampu yang sudah tidak bisa dipakai. Dan juga pernak-pernik hiasam,nvn taman yang menambah nyaman wisatawan, penambahan lampu yang lebih terang dari sebelumnya dan di dirikannya cafe yang ada dalam kawasan tersebut membuat remaja yang ingin berbuat asusila menjadi tidak berani melakukannya lagi. Sekarang taman Kelono Sewandono menjadi taman yang ramah anak, dan menjadi tempat yang asik untuk melepaskan penat.


Komentar
Posting Komentar